UJIAN AKHIR SEMESTER

20191110001

DINDA APRILIA PRAMESTI

 

Teori AIDAS

AIDAS merupakan singkatan dari Attention, Interest, Desire, Action, Satisfication. Berikut penjelasannya:

·      Attention

Dilansir dari situs Corporate Finance Institute, attention merupakan tahapan di mana konsumen mendapat perhatian terhadap suatu produk. Artinya penjual akan melakukan berbagai upaya untuk menarik perhatian pembeli, supaya konsumen mendapatkan kesan pertama yang baik. Attention bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya lewat iklan media sosial, iklan di televisi, ataupun dengan promosi langsung ke calon konsumen.

·      Interest

Adalah tahapan saat penjual harus menciptakan minat pada diri konsumennya. Misalnya apakah suatu produk dapat menarik minat khalayak untuk membeli dan memakainya. Baca juga: Strategi Merek dalam Bisnis Penciptaan interest bisa dilakukan dengan menarik perhatian konsumen secara intensif. Sehingga minat pembeli semakin kuat. Agar minat pembeli semakin kuat, penjual bisa lebih fokus pada target pasar dan menentukan cara yang dirasa pas. Misalnya yang ditargetkan remaja, penjual bisa bertanya soal aktivitas atau kesukaannya dan kemudian bisa dihubungkan pada produk yang dijual.

·      Desire

Pada tahap ini, penjual memberikan penawaran yang tidak dapat ditolak. Artinya penjual akan terus merangsang keinginan konsumen hingga akhirnya berniat membeli. Penjual akan berusaha menyingkirkan berbagai penghalang, seperti penolakan, interupsi ataupun hal lainnya. Tahapan ini bisa dilakukan dengan memberi promosi, penawaran harga terbaik, diskon, pemberian informasi menarik tentang produk, manfaat menggunakan produk, dan lain sebagainya.

·      Action

merupakan tahapan untuk membuat konsumen mengambil tindakan pembelian. Kegiatan penjualan dianggap berhasil apabila konsumen membeli produk yang sudah ditawarkan. Hal ini bisa dilakukan dengan mengajak konsumen untuk membeli produknya.

·      Satisfication

Merupakan tahapan di mana penjual akan memastikan konsumen mendapatkan kepuasan. Tidak hanya dari segi promosi saja, tetapi juga dalam penggunaan produk. Sehingga konsumen merasa jika keputusan yang diambil sudah tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan mengucapkan terima kasih kepada konsumen setelah membeli produknya, menjaga kualitas produk, menanggapi keluhan terhadap produk, dan lain sebagainya.

 

 

Apa itu Marketing Plan?

Marketing plan adalah sebuah rencana pemasaran untuk mencapai tujuan pada periode yang ditentukan. Perencanaan ini mencakup strategi pemasaran dan beberapa aktivitas marketing lainnya.

Cara Membuat Marketing Plan yang Baik

Ada delapan langkah dalam membuat marketing plan yaitu:

1.     Menentukan Visi dan Misi Bisnis Anda

2.    Menentukan Target Pasar

3.    Membuat Strategi Konten

4.    Kenali Siapa Kompetitor Anda

5.    Tentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk Marketing Plan Bisnis Anda

6.    Tetapkan Anggaran Marketing Anda

7.    Tentukan Apa yang Tidak Perlu Dikerjakan

8.    Gunakan Marketing Tool

Nah, untuk memudahkan Anda dalam memahami setiap tahapnya, saya akan menggunakan sebuah bisnis rekaan dengan merek Kopi Bumi sehingga Anda bisa belajar cara menerapkan marketing plan ke bisnis Anda, apapun niche-nya.

Kopi bumi adalah sebuah bisnis dengan produk kopi yang tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai kemasan. Begitu banyaknya sampah yang muncul akibat bisnis minuman dengan kemasan sekali pakai, melatarbelakangi lahirnya bisnis ini. Kopi Bumi menawarkan alternatif untuk bisa menikmati kopi tanpa harus merusak lingkungan.

Kopi Bumi menjual berbagai macam produk kopi. Baik yang bisa dinikmati di tempat, atau dibawa pulang (take away). Semua produk menggunakan botol kaca yang bisa digunakan ulang. Kopi bumi juga melayani pelanggan yang ingin membeli kopi dengan membawa tumbler atau tempat sendiri.

1. Menentukan Visi dan Misi Bisnis Anda

Langkah pertama dan yang paling penting dalam membuat marketing plan adalah dengan menentukan visi dan misi bisnis. Dengan visi misi bisnis yang spesifik, diharapkan strategi pemasarannya nanti bisa lebih terarah.

Kopi bumi ingin menunjukkan tujuan bisnisnya dengan menyusun visi dan misi secara rinci, seperti di bawah ini.


2. Menentukan Target Pasar

Menentukan target pasar penting dilakukan agar Anda bisa menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Dengan target pasar Anda akan lebih fokus dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha.

Target pasar bisa diartikan sebagai siapa yang ingin Anda tarik untuk membeli produk Anda. Salah satu cara yang efektif untuk menentukan target pasar yaitu dengan membuat buyer persona. Buyer persona merupakan representasi dari tipikal target pelanggan bisnis Anda. 

Di bawah ini, Kopi Bumi telah membuat target pasar dan buyer persona yang berisi data demografis: jenis kelamin, umur, lokasi, kepribadian, dan informasi lain terkait calon pembeli.

Alangkah baiknya jika Anda mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk membuat buyer persona agar produk yang Anda tawarkan bisa lebih tepat sasaran.


3. Membuat Strategi Konten

Anda perlu membuat strategi konten agar nantinya konten bisnis yang Anda sajikan ke calon pelanggan tidak hanya berkualitas, tapi juga tepat sasaran. Dengan begitu, Anda dapat menarik pelanggan potensial atau target pasar untuk membeli produk dan layanan Anda. Jadi, usahakan untuk membuat konten yang sesuai dengan target pasar yang sudah Anda tentukan sebelumnya.

Strategi konten adalah bagian dari strategi bisnis yang bisa Anda masukkan dalam marketing plan. Untuk memudahkan dalam membuat strategi konten, Anda bisa memulainya dengan cara membagi calon pembeli Anda ke dalam tiga tahapan seperti tabel di atas.

  • Awareness.

Di tahap inicalon pembeli menyadari tentang keinginan atau kebutuhan akan sebuah produk/ layanan. Mereka biasanya mulai mencari tahu informasi tentang sebuah produk/layanan di mesin pencari. 

Untuk tahapan ini, Anda bisa membuat konten seperti: blog post yang edukatif, e-book, dan laporan analisis atau penelitian.  

  • Consideration.

Di tahap ini, calon pembeli mulai menimbang-nimbang produk/layanan apa yang akan mereka pilih. 

Sehingga di tahap ini, Anda bisa membuat konten seperti: sebuah panduan ahli, video atau blog post tentang perbandingan suatu produk, atau live interaction di media sosial.  

  • Decision.

Di tahap yang terakhir ini,calon pembeli telah memutuskan produk/layanan apa yang mereka ambil. Mereka kemudian juga mencari tahu bagaimana cara mendapatkan produk/layanan tersebut. 

Di tahap ini, Anda bisa menawarkan konten seperti case studies, tutorial, kelebihan dan kekurang sebuah produkreview testing produkpromo diskon, dan sebagainya

Setelah membagi konten ke tiga kategori tadi, Anda bisa mulai menetapkan strategi konten Anda yang lain, seperti:

*      Tipe konten. Tentukan tipe konten apa saja yang akan Anda buat. Apakah itu blog posts, infografik, ebook, atau video YouTube. 

*      Berapa banyak konten yang akan dibuat. Anda bisa membuat konten harian, mingguan, bulanan, atau bahkan 3 bulanan. Semuanya bisa disesuaikan dengan alur kerja dan target jangka pendek yang sudah Anda terapkan untuk konten Anda. 

*      Channel apa yang akan digunakan untuk mendistribusi konten. Beberapa channel populer yang bisa Anda gunakan yaitu: YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest.

 

4. Kenali Siapa Kompetitor Anda

Mengenali siapa pesaing Anda adalah salah satu bagian dari marketing plan yang penting. Kenapa? Karena dengan cara ini Anda dapat mengetahui trend apa yang ada di industri Anda. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan strategi dan kampanye bisnis Anda dengan trend yang sedang berlangsung tadi.

Di bawah ini adalah contoh daftar kompetitor Kopi Bumi. Jika dilihat dari tabel di bawah, rata-rata bisnis ketiga kompetitor tersebut hanya memiliki 2 atau 3 channel marketing. Dan juga, mereka masih menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Sehingga, dari daftar di bawah ini, kita bisa ambil kesimpulan. Yang pertama, Kopi Bumi masih jadi satu-satunya brand kopi yang ramah lingkungan di Jogja. Yang kedua, agar bisa menang dari ketiga kompetitor tersebut, Kopi Bumi harus: memiliki channel marketing yang lebih banyak, mempunyai layanan drive thru, dan menambah jumlah outlet. Dengan catatan, kualitas produknya tidak kalah dengan produk kompetitor. 

Ada beberapa cara jitu untuk bisa mengenali siapa kompetitor bisnis Anda, yaitu:

  • Menjadi customer bayangan. Cara ini bisa dibilang paling ampuh. Anda bisa membeli produk kompetitor, setelah itu analisis produk dan layanannya. Cari tahu apa istimewanya produk atau layanan kompetitor. Kemudian Anda bisa tiru dan modifikasi agar produk dan layanan Anda lebih bagus.  
  • Stalking channel-channel marketingnya. Mulai dengan jadi follower di media sosial kompetitor dan subscribe email marketingnya. Pelajari juga konten blognya. Lalu buatlah konten yang lebih baik dari kompetitor.
  • Gali informasi dari konsumen. Temukan pelanggan setia kompetitor Anda. Sebagai pelanggan setia tentu mereka paham kelebihan dan kekurangan kompetitor Anda. Cari tahu kenapa ia memilih kompetitor dan tidak memilih produk Anda.

5. Tentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk Marketing Plan Bisnis Anda

Semua strategi marketing yang dibuat tentu harus diukur keberhasilannya. Cara mengukurnya yaitu dengan menentukan Key Performance Indicator (KPI). 

KPI atau indikator kinerja adalah metrik yang dapat mengukur berbagai elemen dari kampanye marketing seperti: trafik organik website, trafik media sosial, jumlah produk terjual, dsb. Metriks ini yang membantu Anda untuk membangun tujuan jangka pendek.

Tabel di atas adalah sedikit contoh tentang mengukur performa kinerja Kopi Bumi. Meski produk yang terjual melebihi target, nyatanya Kopi Bumi belum berhasil memenuhi target pelanggan baru di bulan Maret. 


6. Tetapkan Anggaran Marketing Anda

Karena setiap pemasaran membutuhkan biaya, maka penting bagi Anda untuk membuat anggaran marketing. Tabel di atas adalah contoh anggaran marketing Kopi Bumi yang juga bisa Anda jadikan referensi. 

Agar biaya pengeluaran untuk marketing tidak membengkak, Anda bisa mengikuti beberapa cara di bawah ini:

  • Lihat kembali bisnis yang Anda miliki

Untuk menentukan anggaran, Anda harus tahu dulu di tahap apa bisnis Anda sekarang. Apakah baru merintis? Atau sudah mapan? Karena anggaran marketing untuk bisnis yang baru saja dimulai dan yang sudah mapan tentu berbeda. Misalnya: untuk usaha yang baru dirintis, tentu pengeluaran akan lebih banyak di bagian membayar desain logo, promosi, membuat website, dan sebagainya.  

  • Buatlah daftar pengeluaran operasional

Daftar pengeluaran ini misalnya berisi: pajak penjualan, web hosting, honor penulis konten, atau apa pun pengeluaran untuk keperluan bisnismu. Setelah tahu berapa besar pengeluaran di operasional, tentu Anda jadi punya gambaran. Berapa banyak anggaran maksimal yang harus Anda keluarkan untuk pemasaran. 

  • Telusuri jejak pembelian dari pelanggan

Dengan mengetahui jejak pembelian pelanggan, Anda akan tahu strategi marketing mana yang terbukti lebih efektif dalam penjualan. Sehingga, di strategi marketing itulah Anda bisa menganggarkan lebih banyak.


7. Tentukan Apa yang Tidak Perlu Dikerjakan

Rencana pemasaran tidak hanya berisi apa saja yang harus diperhatikan oleh tim marketing, tapi juga apa yang seharusnya tidak diperhatikan. Jika ada aspek lain dari bisnis Anda yang tidak termasuk dalam layanan Anda, sertakan dalam bagian ini. 

Dengan menentukan apa yang tidak perlu dikerjakan, Anda bisa fokus pada visi dan misi yang sudah ditetapkan di awal. Sehingga, semua kampanye marketing yang akan Anda lakukan lebih terarah. Target juga bisa dicapai dengan cepat.

Jadi, jangan lupa untuk membuat list hal-hal yang tidak perlu dilakukan agar seluruh tim Anda tahu mana yang tidak perlu dilakukan. 


8. Gunakan Marketing Tool

Setelah mengikuti cara-cara membuat marketing plan, kini saatnya Anda menggunakan marketing tool.  Marketing tool memang tidak secara langsung termasuk dalam marketing plan, tapi tetap penting karena dapat digunakan untuk memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis. 

Ada berbagai macam aplikasi digital marketing yang bisa Anda gunakan untuk mengelola bisnis Anda. Berikut beberapa marketing tool yang bisa Anda gunakan untuk membantu menjalankan bisnis:

  • Canva– membuat desain grafis untuk kebutuhan marketing.
  • Trello— mencatat dan mengelola to-do-lists, yang bisa juga dibagikan ke sesama rekan kerja.
  • Mailchimp– membuat berbagai kampanye, mengirimkannya ke pelanggan, kemudian melihat performanya.  
  • SociaBuzz — mencari influencers untuk diajak berkolaborasi mempromosikan produk Anda.
  • Hootsuite–  mengelola beberapa akun media sosial bersama tim. 
  • SocialMention — mengetahui apa yang dibicarakan netizen tentang topik Anda atau topik yang lain.
  • SEMRush–menyusun strategi marketing berdasar performa kompetitor dan website sendiri.
  • Google Analytics–mendapatkan informasi trafik, penilaian performa, dan gambaran visitor.

 

 

Kriteria usaha kecil

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:

1.     Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha

2.    Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah)

3.    Milik Warga Negara Indonesia

4.    Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar

5.    Berbentuk usaha orang perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.


 

Budaya Perusahaan

Budaya merupakan sebuah value atau nilai yang tetanam dalam diri seseorang. Budaya sebuah organisasi (perusahaan) merupakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu organisasi, menjadi dasar berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh komponen organisasi, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi. Budaya perusahaan dapat di gunakan sebagai dorongan yang efektif dalam mencapai visi perusahaan.

Sebuah perusahaan harus memiliki prinsip dan nilai-nilai kehidupan organisasi yang menyatukan perilaku individu dengan perilaku kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Prinsip dan nilai-nilai organisasi bertujuan untuk mendorong suatu organisasi agar mampu menghadapi tantangan dan mencapai tujuan, misi dan visi perusahaan dengan maksimal.

Budaya perusahaan yang efektif dapat menyatukan cara berpikir, berperilaku dan bertindak seluruh komponen perusahaan. Dengan budaya yang baik dan efektif dapat memudahkan  penetapan dan implementasi visi, misi dan strategi dalam perusahaan. Budaya yang efektif mampu mempererat kerjasama dalam tim serta menghilangkan gep-gep internal yang timbul. Pembentukan budaya perusahaan yang baik, yang paling menentukan adalah orang-orang didalamnya. Sebaik apapun aturan atau sistem di buat, tanpa ada keinginan dari manusia untuk berubah ke arah yang lebih baik, semuanya menjadi sia-sia.

 


Tantangan Besar yang Dihadapi Industri Retail Saat Ini

·         Perubahan Tren Belanja

·         Penurunan Konsumsi dalam Industri Retail 

·         Mempertahankan Loyalitas Konsumen

·         Pemenuhan Keinginan Konsumen

·         Kompetisi Harga dalam Industri Retail

·         Regulasi Industri Retail

·         Komunikasi Internal

 


Penyebab Supermarket Besar Seperti Giant Bisa Tutup di Indonesia

1.    Kebiasaan Belanja Masyarakat

Kebiasaan belanja masyarakat yang mengalihkan cara belanja tunai menjadi online juga ditengarai menjadi penyebab menurunnya pendapatan industri retail. Sebab masyarakat merasa nyaman memperoleh barang yang diinginkan tanpa harus pergi ke toko retail.

 

2.    Lokasi yang Tidak Tetap

Penutupan beberapa toko ritel besar ini bukan semata dipengaruhi faktor bisnis ritel online atau daring. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta, salah satu faktornya seperti lokasi yang tidak tepat, persaingan bisnis, daya beli masyarakat yang lesu, dan lainnya.

"Tapi kalau buka-tutup toko itu sudah sering. Cuma antara lebih banyak buka atau lebih banyak tutup, pasti lebih banyak buka daripada tutup karena lokasi tidak cocok, salah ambil lokasi," kata Tutum Rahanta.

3.    Persaingan Antar Ritel Modern

"Di kita khusus di Indonesia ada fenomena yang namanya Indomart, Alfamart, itu memang mengubah konstalasi. Mesti ada yang tersingkir ya. (Ada persaingan) Ya antar ritel," kata Menteri Darmin.

 

4.    Penyebab Muncul dari Kondisi Internal Ritel

Tak hanya faktor eksternal, faktor internal perusahaan ritel juga sangat mempengaruhi, seperti beberapa ritel Giant yang mendadak tutup. Namun yang menjadi pertimbangan biasanya lantaran toko tersebut tidak mampu berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan, bahkan hanya menjadi beban bagi keuangan perusahaan.

 

5.    Pendapatan Ritel Kecil

Sebuah ritel mendapat keuntungan dari pendapatan. Namun jika pendapatan yang didapat berkurang, bisa saja ritel tersebut menjadi bangkrut.

 



 

Bagaimana strategi sebuah toko/retail konvensional (bukan toko on-line)untuk bisa bertahan dan menghadapi masa-masa krisis di era PPKM covid ini?

Diberlakukannya PPKM darurat membuat banyak aktivitas bisnis termasuk bisnis ritel melambat. Sebagian besar toko dan mall ditutup untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Pelaku bisnis pun harus bisa melakukan penyesuaian strategi untuk bisa bertahan. Tidak sekadar untuk bertahan, jika diterapkan dengan efektif strategi ini juga bisa menjadi pendekatan baru untuk mengoptimalkan bisnis.

Berikut beberapa tips menjalankan bisnis secara online selama PPKM darurat bagi pelaku bisnis ritel:

1.  Hadir di Marketplace

Salah satu cara praktis yang dapat dilakukan bisnis ritel untuk mulai berjualan secara online adalah dengan masuk ke marketplace. Kamu bisa langsung membuat lapak dan mengunggah katalog produk dengan mudah. Selain itu jumlah pengguna marketplace juga terus meningkat khususnya selama pandemi sehingga kamu dapat menjangkau customer secara luas.

Untuk mulai berjualan di marketplace, pilihlah platform yang kebanyakan penggunanya merupakan target konsumen dari bisnismu. Kamu bisa mencari tahu ini dengan melihat kategori produk yang paling banyak terjual dari satu marketplace dan melakukan analisis kompetitor. Dengan begitu, upaya yang dilakukan untuk berjualan di marketplace akan lebih optimal.

 

2.  Berikan Update Kepada Pelanggan

Saat akan melakukan penyesuaian, pastikan kamu memberitahukannya kepada pelangganmu. Misalnya saat kamu beralih dari berjualan di toko fisik ke platform penjualan seperti marketplace, informasikan ini kepada pelanggan agar mereka bisa tetap mengakses bisnismu dan berbelanja. 

Begitu pula jika ada perubahan jam operasional, stok produk, metode pembayaran, dan lainnya. Memberikan update kepada pelanggan sangat penting terutama saat bisnis melakukan perubahan agar mereka tidak bingung dan hubungan tetap terjaga. Apabila memungkinkan, informasikan customer beberapa hari sebelum perubahan dilakukan.

Kolaborasi dengan Bisnis Lain

Temukan bisnis serupa atau ahli yang dapat memberikan nilai tambah untuk bisnismu. Saat bekerja sama dengan bisnis lain, kamu bisa menawarkan produk bundling. Buat kesepakatan untuk bersama-sama mempromosikannya di platform penjualan masing-masing. Dengan cara ini, kamu bisa mendapatkan jangkauan yang lebih luas serta meningkatkan penjualan. Jangan lupa juga atur kesepakatan untuk pembagian biaya dan keuntungan.

Selain dengan bisnis serupa, kamu juga bisa bekerja sama dengan expert yang sesuai dengan kategori bisnismu. Misalnya jika kamu menjual makeup, kamu bisa berkolaborasi dengan beauty influencer. Kerjasama yang bisa dilakukan pun bisa berbagai macam mulai dari endorse, mengadakan workshop, dan lain-lain.

 

3.  Gencar Manfaatkan Media Sosial

Menghabiskan sebagian besar waktu di rumah membuat banyak orang lebih sering menggunakan media sosial. Ini merupakan kesempatan bagi kamu untuk meningkatkan kehadiran online bisnismu lewat media sosial.

Media sosial merupakan representasi dari brand-mu. Memiliki kehadiran di media sosial menunjukkan bahwa bisnismu mudah diakses oleh calon pembeli. Untuk memulai, kamu bisa mendemonstrasikan produk atau jasa dari bisnismu. Pilih foto yang berkualitas dan dapat menggambarkan bagaimana produkmu bisa bermanfaat bagi target customer. Jangan lupa untuk menyertakan call-to-action yang diarahkan ke lapak penjualanmu. 

Selain itu kamu juga bisa membangun hubungan dengan pelanggan dengan membagikan konten-konten apa yang sedang tren dan relevan dengan produk maupun brand bisnismu. Manfaatkan fitur-fitur interaktif seperti fitur polling atau questions Instagram Stories untuk meningkatkan engagement.

 

4.  Berinteraksi dengan Customer

Tunjukkan bahwa kamu peduli terhadap customer dengan terus berinteraksi dengan mereka. Kamu bisa menjaga hubungan dengan customer lewat berbagai cara mulai dari email, broadcast message, SMS, media sosial, dan banyak lagi.

Berikan update mengenai promo terbaru atau penawaran lainnya yang dapat mereka manfaatkan di masa mendatang saat toko kembali buka. Misalnya kamu bisa mengadakan program dimana pembeli akan mendapat poin setiap melakukan pembelian online. Nantinya poin tersebut dapat di-redeem untuk berbelanja di toko fisik. 

Saat berinteraksi dengan pelanggan, kamu juga bisa menanyakan pendapat dan masukan dari mereka. Perhatikan pesan-pesan yang masuk dari customer karena ini dapat membantumu mengoptimalkan strategi, meningkatkan penjualan, dan memberikan layanan yang efektif.

 

5.  Manfaatkan Data

Selain dari interaksi dengan pelanggan, kamu juga bisa memanfaatkan data untuk mendapatkan insights. Rata-rata marketplace memiliki fitur statistik toko dimana kamu bisa melihat performa toko, produk mana yang paling banyak terjual, jumlah pembeli, dan sebagainya. Dari sini, kamu bisa menganalisa apa yang saat ini dibutuhkan oleh target customer-mu sehingga kamu bisa menawarkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

 

6.  Optimalkan Pengalaman Belanja

Dalam berjualan online, pengalaman berbelanja menjadi aspek yang begitu penting. Saat melakukan adaptasi dan beralih ke platform online, kamu tidak hanya sekadar memindahkan penjualan dari offline ke online. Kamu juga perlu memikirkan bagaimana platform online yang digunakan bisa membantumu meningkatkan pengalaman belanja bagi customer dan memberikan diferensiasi bagi bisnismu. 

Tanpa pengalaman berbelanja yang mulus dan menyenangkan, customer bisa dengan mudah beralih ke kompetitor. Untuk mengoptimalkan pengalaman belanja konsumen, pikirkan mengenai bagaimana kamu bisa memberikan nilai tambah kepada konsumen khususnya di tengah pandemi. 

 

 

 

TERIMAKASIH

STAY SAFE AND HEALTHY

ALWAYS HAPPY

 





Comments