UJIAN
AKHIR SEMESTER
20191110001
DINDA
APRILIA PRAMESTI
Teori AIDAS
AIDAS merupakan singkatan
dari Attention, Interest, Desire, Action, Satisfication. Berikut penjelasannya:
·
Attention
Dilansir dari situs Corporate Finance Institute,
attention merupakan tahapan di mana konsumen mendapat perhatian terhadap suatu
produk. Artinya penjual akan melakukan berbagai upaya untuk menarik perhatian
pembeli, supaya konsumen mendapatkan kesan pertama yang baik. Attention bisa dilakukan
dengan berbagai cara. Misalnya lewat iklan media sosial, iklan di televisi,
ataupun dengan promosi langsung ke calon konsumen.
·
Interest
Adalah tahapan saat penjual harus menciptakan minat
pada diri konsumennya. Misalnya apakah suatu produk dapat menarik minat
khalayak untuk membeli dan memakainya. Baca juga: Strategi Merek dalam Bisnis
Penciptaan interest bisa dilakukan dengan menarik perhatian konsumen secara
intensif. Sehingga minat pembeli semakin kuat. Agar minat pembeli semakin kuat,
penjual bisa lebih fokus pada target pasar dan menentukan cara yang dirasa pas.
Misalnya yang ditargetkan remaja, penjual bisa bertanya soal aktivitas atau
kesukaannya dan kemudian bisa dihubungkan pada produk yang dijual.
·
Desire
Pada tahap ini, penjual memberikan penawaran yang tidak dapat ditolak. Artinya penjual akan terus merangsang keinginan konsumen hingga akhirnya berniat membeli. Penjual akan berusaha menyingkirkan berbagai penghalang, seperti penolakan, interupsi ataupun hal lainnya. Tahapan ini bisa dilakukan dengan memberi promosi, penawaran harga terbaik, diskon, pemberian informasi menarik tentang produk, manfaat menggunakan produk, dan lain sebagainya.
·
Action
merupakan tahapan untuk membuat konsumen mengambil
tindakan pembelian. Kegiatan penjualan dianggap berhasil apabila konsumen
membeli produk yang sudah ditawarkan. Hal ini bisa dilakukan dengan mengajak
konsumen untuk membeli produknya.
·
Satisfication
Merupakan tahapan di mana penjual akan memastikan konsumen
mendapatkan kepuasan. Tidak hanya dari segi promosi saja, tetapi juga dalam
penggunaan produk. Sehingga konsumen merasa jika keputusan yang diambil sudah
tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan mengucapkan terima kasih kepada konsumen
setelah membeli produknya, menjaga kualitas produk, menanggapi keluhan terhadap
produk, dan lain sebagainya.
Apa itu Marketing Plan?
Marketing
plan adalah sebuah rencana pemasaran untuk mencapai tujuan pada periode yang
ditentukan. Perencanaan ini mencakup strategi
pemasaran dan beberapa
aktivitas marketing lainnya.
Cara Membuat Marketing Plan yang Baik
Ada
delapan langkah dalam membuat marketing plan yaitu:
1. Menentukan Visi dan Misi Bisnis Anda
2. Menentukan Target Pasar
3. Membuat Strategi Konten
4. Kenali Siapa Kompetitor Anda
5. Tentukan Key Performance
Indicator (KPI) untuk Marketing Plan
Bisnis Anda
6. Tetapkan Anggaran Marketing Anda
7. Tentukan Apa yang Tidak Perlu Dikerjakan
8. Gunakan Marketing Tool
Nah, untuk
memudahkan Anda dalam memahami setiap tahapnya, saya akan menggunakan sebuah
bisnis rekaan dengan merek Kopi Bumi sehingga Anda bisa belajar cara menerapkan
marketing plan ke bisnis Anda, apapun niche-nya.
Kopi bumi
adalah sebuah bisnis dengan produk kopi yang tidak menggunakan plastik sekali
pakai sebagai kemasan. Begitu banyaknya sampah yang muncul akibat bisnis
minuman dengan kemasan sekali pakai, melatarbelakangi lahirnya bisnis ini. Kopi
Bumi menawarkan alternatif untuk bisa menikmati kopi tanpa harus merusak
lingkungan.
Kopi Bumi
menjual berbagai macam produk kopi. Baik yang bisa dinikmati di tempat, atau
dibawa pulang (take away). Semua produk menggunakan botol kaca yang bisa
digunakan ulang. Kopi bumi juga melayani pelanggan yang ingin membeli kopi
dengan membawa tumbler atau tempat sendiri.
1. Menentukan Visi dan Misi Bisnis Anda
Langkah pertama dan yang paling penting dalam membuat marketing plan
adalah dengan menentukan visi dan misi bisnis. Dengan visi misi bisnis yang spesifik,
diharapkan strategi pemasarannya nanti bisa lebih terarah.
Kopi bumi ingin menunjukkan tujuan bisnisnya dengan menyusun visi dan
misi secara rinci, seperti di bawah ini.
2. Menentukan Target Pasar
Menentukan target
pasar penting dilakukan agar Anda bisa menerapkan
strategi pemasaran yang efektif. Dengan target pasar Anda akan lebih fokus
dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha.
Target pasar bisa diartikan sebagai siapa yang ingin Anda tarik untuk
membeli produk Anda. Salah satu cara yang efektif untuk menentukan target pasar
yaitu dengan membuat buyer persona. Buyer
persona merupakan representasi dari tipikal target pelanggan bisnis Anda.
Di bawah ini, Kopi Bumi telah membuat target pasar dan buyer persona
yang berisi data demografis: jenis kelamin, umur, lokasi, kepribadian, dan
informasi lain terkait calon pembeli.
Alangkah baiknya jika Anda mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk
membuat buyer persona agar produk yang Anda tawarkan bisa lebih tepat sasaran.
3. Membuat Strategi Konten
Anda perlu membuat strategi konten agar nantinya konten bisnis yang Anda
sajikan ke calon pelanggan tidak hanya berkualitas, tapi juga tepat sasaran.
Dengan begitu, Anda dapat menarik pelanggan potensial atau target pasar untuk
membeli produk dan layanan Anda. Jadi, usahakan untuk membuat konten yang sesuai
dengan target pasar yang sudah Anda tentukan sebelumnya.
Strategi konten adalah bagian dari strategi
bisnis yang bisa Anda masukkan dalam marketing plan. Untuk
memudahkan dalam membuat strategi konten, Anda bisa memulainya dengan cara
membagi calon pembeli Anda ke dalam tiga tahapan seperti tabel di atas.
- Awareness.
Di tahap
inicalon pembeli menyadari tentang keinginan atau kebutuhan akan sebuah produk/
layanan. Mereka biasanya mulai mencari tahu informasi tentang sebuah
produk/layanan di mesin pencari.
Untuk
tahapan ini, Anda bisa membuat konten seperti: blog post yang
edukatif, e-book, dan laporan analisis atau penelitian.
- Consideration.
Di tahap
ini, calon pembeli mulai menimbang-nimbang produk/layanan apa yang akan mereka
pilih.
Sehingga
di tahap ini, Anda bisa membuat konten seperti: sebuah panduan ahli, video atau blog post tentang perbandingan suatu produk,
atau live
interaction di
media sosial.
- Decision.
Di tahap
yang terakhir ini,calon pembeli telah memutuskan produk/layanan apa yang mereka
ambil. Mereka kemudian juga mencari tahu bagaimana cara mendapatkan
produk/layanan tersebut.
Di tahap
ini, Anda bisa menawarkan konten seperti case studies, tutorial, kelebihan dan kekurang sebuah produk, review testing produk, promo diskon, dan
sebagainya
Setelah
membagi konten ke tiga kategori tadi, Anda bisa mulai menetapkan strategi
konten Anda yang lain, seperti:
Tipe konten. Tentukan tipe konten apa saja yang akan
Anda buat. Apakah itu blog posts, infografik, ebook, atau video YouTube.
Berapa banyak
konten yang akan dibuat. Anda bisa membuat konten harian, mingguan,
bulanan, atau bahkan 3 bulanan. Semuanya bisa disesuaikan dengan alur kerja dan
target jangka pendek yang sudah Anda terapkan untuk konten Anda.
Channel apa
yang akan digunakan untuk mendistribusi konten. Beberapa channel populer yang bisa Anda
gunakan yaitu: YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest.
4. Kenali Siapa Kompetitor Anda
Mengenali siapa pesaing Anda adalah salah satu bagian dari marketing
plan yang penting. Kenapa? Karena dengan cara ini Anda dapat mengetahui trend
apa yang ada di industri Anda. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan strategi
dan kampanye bisnis Anda dengan trend yang sedang berlangsung tadi.
Di bawah ini adalah contoh daftar kompetitor Kopi Bumi. Jika dilihat
dari tabel di bawah, rata-rata bisnis ketiga kompetitor tersebut hanya memiliki
2 atau 3 channel marketing. Dan juga, mereka masih menggunakan kemasan plastik
sekali pakai. Sehingga, dari daftar di bawah ini, kita bisa ambil
kesimpulan. Yang
pertama, Kopi Bumi masih jadi satu-satunya brand kopi yang
ramah lingkungan di Jogja. Yang
kedua, agar bisa menang dari ketiga kompetitor tersebut, Kopi
Bumi harus: memiliki channel marketing yang lebih banyak, mempunyai
layanan drive thru, dan
menambah jumlah outlet. Dengan catatan, kualitas produknya tidak kalah dengan
produk kompetitor.
Ada beberapa cara jitu untuk bisa mengenali siapa kompetitor bisnis
Anda, yaitu:
- Menjadi customer bayangan. Cara
ini bisa dibilang paling ampuh. Anda bisa membeli produk kompetitor,
setelah itu analisis produk dan layanannya. Cari tahu apa istimewanya
produk atau layanan kompetitor. Kemudian Anda bisa tiru dan modifikasi
agar produk dan layanan Anda lebih bagus.
- Stalking channel-channel
marketingnya. Mulai dengan jadi follower
di media sosial kompetitor dan subscribe email marketingnya. Pelajari juga
konten blognya. Lalu buatlah konten yang lebih baik dari kompetitor.
- Gali informasi dari konsumen. Temukan pelanggan setia kompetitor Anda. Sebagai pelanggan setia tentu mereka paham kelebihan dan kekurangan kompetitor Anda. Cari tahu kenapa ia memilih kompetitor dan tidak memilih produk Anda.
5. Tentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk Marketing
Plan Bisnis Anda
Semua strategi marketing yang dibuat tentu harus diukur keberhasilannya.
Cara mengukurnya yaitu dengan menentukan Key Performance Indicator (KPI).
KPI atau indikator kinerja adalah metrik yang dapat mengukur berbagai
elemen dari kampanye marketing seperti: trafik organik website, trafik media
sosial, jumlah produk terjual, dsb. Metriks ini yang membantu Anda untuk
membangun tujuan jangka pendek.
Tabel di atas adalah sedikit contoh tentang mengukur performa kinerja
Kopi Bumi. Meski produk yang terjual melebihi target, nyatanya Kopi Bumi belum
berhasil memenuhi target pelanggan baru di bulan Maret.
6. Tetapkan Anggaran Marketing Anda
Karena setiap pemasaran membutuhkan biaya, maka penting
bagi Anda untuk membuat anggaran marketing. Tabel di atas adalah contoh
anggaran marketing Kopi Bumi yang juga bisa Anda jadikan referensi.
Agar biaya pengeluaran untuk marketing tidak membengkak,
Anda bisa mengikuti beberapa cara di bawah ini:
- Lihat kembali bisnis yang Anda miliki
Untuk menentukan anggaran, Anda harus tahu dulu di tahap apa bisnis Anda sekarang. Apakah baru merintis? Atau sudah mapan? Karena anggaran marketing untuk bisnis yang baru saja dimulai dan yang sudah mapan tentu berbeda. Misalnya: untuk usaha yang baru dirintis, tentu pengeluaran akan lebih banyak di bagian membayar desain logo, promosi, membuat website, dan sebagainya.
- Buatlah daftar pengeluaran operasional
Daftar
pengeluaran ini misalnya berisi: pajak penjualan, web hosting, honor penulis
konten, atau apa pun pengeluaran untuk keperluan bisnismu. Setelah tahu berapa
besar pengeluaran di operasional, tentu Anda jadi punya gambaran. Berapa banyak
anggaran maksimal yang harus Anda keluarkan untuk pemasaran.
- Telusuri jejak pembelian dari pelanggan
Dengan mengetahui jejak pembelian pelanggan, Anda akan tahu strategi marketing mana yang terbukti lebih efektif dalam penjualan. Sehingga, di strategi marketing itulah Anda bisa menganggarkan lebih banyak.
7. Tentukan Apa yang Tidak Perlu Dikerjakan
Rencana pemasaran tidak hanya berisi apa saja yang harus diperhatikan
oleh tim marketing, tapi juga apa yang seharusnya tidak diperhatikan. Jika ada
aspek lain dari bisnis Anda yang tidak termasuk dalam layanan Anda, sertakan
dalam bagian ini.
Dengan menentukan apa yang tidak perlu dikerjakan, Anda bisa fokus pada
visi dan misi yang sudah ditetapkan di awal. Sehingga, semua kampanye marketing
yang akan Anda lakukan lebih terarah. Target juga bisa dicapai dengan cepat.
Jadi, jangan lupa untuk membuat list hal-hal yang tidak perlu dilakukan
agar seluruh tim Anda tahu mana yang tidak perlu dilakukan.
8. Gunakan Marketing Tool
Setelah mengikuti cara-cara membuat marketing plan, kini saatnya Anda
menggunakan marketing tool. Marketing tool memang tidak secara langsung
termasuk dalam marketing plan, tapi tetap penting karena dapat digunakan untuk
memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis.
Ada berbagai macam aplikasi digital marketing yang bisa Anda gunakan
untuk mengelola bisnis Anda. Berikut beberapa marketing tool yang bisa Anda
gunakan untuk membantu menjalankan bisnis:
- Canva– membuat
desain grafis untuk kebutuhan marketing.
- Trello—
mencatat dan mengelola to-do-lists, yang
bisa juga dibagikan ke sesama rekan kerja.
- Mailchimp– membuat
berbagai kampanye, mengirimkannya ke pelanggan, kemudian melihat performanya.
- SociaBuzz — mencari influencers untuk diajak
berkolaborasi mempromosikan produk Anda.
- Hootsuite– mengelola
beberapa akun media sosial bersama tim.
- SocialMention — mengetahui
apa yang dibicarakan netizen tentang topik Anda atau topik yang lain.
- SEMRush–menyusun
strategi marketing berdasar performa kompetitor dan website sendiri.
- Google Analytics–mendapatkan
informasi trafik, penilaian performa, dan gambaran visitor.
Kriteria usaha kecil
Kriteria
usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.
200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat
usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling
banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah)
3. Milik Warga Negara Indonesia
4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak
perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau
berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau
Usaha Besar
5. Berbentuk usaha orang perorangan, badan usaha
yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk
koperasi.
Budaya Perusahaan
Budaya merupakan sebuah value atau nilai yang
tetanam dalam diri seseorang. Budaya sebuah organisasi (perusahaan) merupakan
nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu organisasi, menjadi dasar
berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh komponen organisasi, dan
diturunkan dari satu generasi ke generasi. Budaya perusahaan dapat di gunakan
sebagai dorongan yang efektif dalam mencapai visi perusahaan.
Sebuah perusahaan harus memiliki prinsip dan
nilai-nilai kehidupan organisasi yang menyatukan perilaku individu dengan
perilaku kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Prinsip dan nilai-nilai
organisasi bertujuan untuk mendorong suatu organisasi agar mampu menghadapi
tantangan dan mencapai tujuan, misi dan visi perusahaan dengan maksimal.
Budaya perusahaan yang efektif dapat
menyatukan cara berpikir, berperilaku dan bertindak seluruh komponen
perusahaan. Dengan budaya yang baik dan efektif dapat memudahkan
penetapan dan implementasi visi, misi dan strategi dalam perusahaan.
Budaya yang efektif mampu mempererat kerjasama dalam tim serta menghilangkan
gep-gep internal yang timbul. Pembentukan budaya perusahaan yang baik, yang
paling menentukan adalah orang-orang didalamnya. Sebaik apapun aturan atau
sistem di buat, tanpa ada keinginan dari manusia untuk berubah ke arah yang
lebih baik, semuanya menjadi sia-sia.
Tantangan Besar yang Dihadapi Industri Retail Saat Ini
·
Perubahan Tren Belanja
·
Penurunan Konsumsi dalam
Industri Retail
·
Mempertahankan Loyalitas
Konsumen
·
Pemenuhan Keinginan Konsumen
·
Kompetisi Harga dalam
Industri Retail
·
Regulasi Industri Retail
·
Komunikasi Internal
Penyebab Supermarket Besar Seperti Giant Bisa Tutup di
Indonesia
1.
Kebiasaan
Belanja Masyarakat
Kebiasaan belanja
masyarakat yang mengalihkan cara belanja tunai menjadi online juga ditengarai
menjadi penyebab menurunnya pendapatan industri retail. Sebab masyarakat merasa
nyaman memperoleh barang yang diinginkan tanpa harus pergi ke toko retail.
2.
Lokasi yang
Tidak Tetap
Penutupan beberapa
toko ritel besar ini bukan semata dipengaruhi faktor bisnis ritel online atau
daring. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo),
Tutum Rahanta, salah satu faktornya seperti lokasi yang tidak tepat, persaingan
bisnis, daya beli masyarakat yang lesu, dan lainnya.
"Tapi kalau buka-tutup toko itu sudah sering. Cuma antara lebih banyak buka atau lebih banyak tutup, pasti lebih banyak buka daripada tutup karena lokasi tidak cocok, salah ambil lokasi," kata Tutum Rahanta.
3.
Persaingan
Antar Ritel Modern
"Di kita khusus
di Indonesia ada fenomena yang namanya Indomart, Alfamart, itu memang mengubah
konstalasi. Mesti ada yang tersingkir ya. (Ada persaingan) Ya antar
ritel," kata Menteri Darmin.
4.
Penyebab
Muncul dari Kondisi Internal Ritel
Tak hanya faktor
eksternal, faktor internal perusahaan ritel juga sangat mempengaruhi, seperti
beberapa ritel Giant yang mendadak tutup. Namun yang menjadi pertimbangan
biasanya lantaran toko tersebut tidak mampu berkontribusi terhadap pendapatan
perusahaan, bahkan hanya menjadi beban bagi keuangan perusahaan.
5.
Pendapatan
Ritel Kecil
Sebuah ritel mendapat
keuntungan dari pendapatan. Namun jika pendapatan yang didapat berkurang, bisa
saja ritel tersebut menjadi bangkrut.
Bagaimana strategi sebuah toko/retail konvensional (bukan
toko on-line)untuk bisa bertahan dan menghadapi masa-masa krisis di era PPKM
covid ini?
Diberlakukannya PPKM darurat membuat banyak aktivitas bisnis termasuk
bisnis ritel melambat. Sebagian besar toko dan mall ditutup untuk mengurangi penyebaran
Covid-19. Pelaku bisnis pun harus bisa melakukan penyesuaian strategi untuk
bisa bertahan. Tidak sekadar untuk bertahan, jika diterapkan dengan efektif
strategi ini juga bisa menjadi pendekatan baru untuk mengoptimalkan bisnis.
Berikut beberapa tips menjalankan bisnis secara online selama PPKM
darurat bagi pelaku bisnis ritel:
1. Hadir di Marketplace
Salah satu
cara praktis yang dapat dilakukan bisnis ritel untuk mulai berjualan secara
online adalah dengan masuk ke marketplace. Kamu bisa langsung membuat
lapak dan mengunggah katalog produk dengan mudah. Selain itu jumlah
pengguna marketplace juga terus meningkat khususnya selama
pandemi sehingga kamu dapat menjangkau customer secara luas.
Untuk
mulai berjualan di marketplace, pilihlah platform yang kebanyakan
penggunanya merupakan target konsumen dari bisnismu. Kamu bisa mencari tahu ini
dengan melihat kategori produk yang paling banyak terjual dari satu marketplace dan
melakukan analisis kompetitor. Dengan begitu, upaya yang dilakukan untuk
berjualan di marketplace akan lebih optimal.
2. Berikan Update Kepada Pelanggan
Saat akan melakukan penyesuaian, pastikan kamu
memberitahukannya kepada pelangganmu. Misalnya saat kamu beralih dari berjualan
di toko fisik ke platform penjualan seperti marketplace, informasikan
ini kepada pelanggan agar mereka bisa tetap mengakses bisnismu dan
berbelanja.
Begitu
pula jika ada perubahan jam operasional, stok produk, metode pembayaran, dan
lainnya. Memberikan update kepada pelanggan sangat penting
terutama saat bisnis melakukan perubahan agar mereka tidak bingung dan hubungan
tetap terjaga. Apabila memungkinkan, informasikan customer beberapa
hari sebelum perubahan dilakukan.
Kolaborasi dengan Bisnis
Lain
Temukan bisnis serupa atau ahli yang dapat memberikan
nilai tambah untuk bisnismu. Saat bekerja sama dengan bisnis lain, kamu bisa
menawarkan produk bundling. Buat kesepakatan untuk bersama-sama
mempromosikannya di platform penjualan masing-masing. Dengan cara ini, kamu
bisa mendapatkan jangkauan yang lebih luas serta meningkatkan penjualan. Jangan
lupa juga atur kesepakatan untuk pembagian biaya dan keuntungan.
Selain dengan bisnis serupa, kamu juga bisa bekerja sama
dengan expert yang sesuai dengan kategori bisnismu. Misalnya
jika kamu menjual makeup, kamu bisa berkolaborasi dengan beauty
influencer. Kerjasama yang bisa dilakukan pun bisa berbagai macam mulai
dari endorse, mengadakan workshop, dan lain-lain.
3. Gencar Manfaatkan Media Sosial
Menghabiskan sebagian besar waktu di rumah membuat banyak
orang lebih sering menggunakan media sosial. Ini merupakan kesempatan bagi kamu
untuk meningkatkan kehadiran online bisnismu lewat media sosial.
Media sosial merupakan representasi dari brand-mu.
Memiliki kehadiran di media sosial menunjukkan bahwa bisnismu mudah diakses oleh
calon pembeli. Untuk memulai, kamu bisa mendemonstrasikan produk atau jasa dari
bisnismu. Pilih foto yang berkualitas dan dapat menggambarkan bagaimana
produkmu bisa bermanfaat bagi target customer. Jangan lupa untuk
menyertakan call-to-action yang diarahkan ke lapak
penjualanmu.
Selain itu kamu juga bisa membangun hubungan dengan
pelanggan dengan membagikan konten-konten apa yang sedang tren dan relevan
dengan produk maupun brand bisnismu. Manfaatkan fitur-fitur
interaktif seperti fitur polling atau questions Instagram
Stories untuk meningkatkan engagement.
4. Berinteraksi dengan Customer
Tunjukkan bahwa kamu peduli terhadap customer dengan
terus berinteraksi dengan mereka. Kamu bisa menjaga hubungan dengan customer lewat
berbagai cara mulai dari email, broadcast message, SMS,
media sosial, dan banyak lagi.
Berikan update mengenai
promo terbaru atau penawaran lainnya yang dapat mereka manfaatkan di masa
mendatang saat toko kembali buka. Misalnya kamu bisa mengadakan program dimana
pembeli akan mendapat poin setiap melakukan pembelian online. Nantinya poin
tersebut dapat di-redeem untuk berbelanja di toko fisik.
Saat berinteraksi dengan pelanggan, kamu juga bisa
menanyakan pendapat dan masukan dari mereka. Perhatikan pesan-pesan yang masuk
dari customer karena ini dapat membantumu mengoptimalkan
strategi, meningkatkan penjualan, dan memberikan layanan yang efektif.
5. Manfaatkan Data
Selain dari interaksi dengan pelanggan, kamu juga bisa
memanfaatkan data untuk mendapatkan insights. Rata-rata marketplace memiliki
fitur statistik toko dimana kamu bisa melihat performa toko, produk mana yang
paling banyak terjual, jumlah pembeli, dan sebagainya. Dari sini, kamu bisa
menganalisa apa yang saat ini dibutuhkan oleh target customer-mu
sehingga kamu bisa menawarkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan
mereka.
6. Optimalkan Pengalaman Belanja
Dalam berjualan online, pengalaman berbelanja menjadi
aspek yang begitu penting. Saat melakukan adaptasi dan beralih ke platform
online, kamu tidak hanya sekadar memindahkan penjualan dari offline ke online.
Kamu juga perlu memikirkan bagaimana platform online yang digunakan bisa
membantumu meningkatkan pengalaman belanja bagi customer dan
memberikan diferensiasi bagi bisnismu.
Tanpa pengalaman berbelanja yang mulus dan
menyenangkan, customer bisa dengan mudah beralih ke
kompetitor. Untuk mengoptimalkan pengalaman belanja konsumen, pikirkan mengenai
bagaimana kamu bisa memberikan nilai tambah kepada konsumen khususnya di tengah
pandemi.
TERIMAKASIH
STAY
SAFE AND HEALTHY
ALWAYS
HAPPY
![]()
Comments
Post a Comment